Pemkab Badung Beri Insentif Hingga Rp10 Juta untuk Warga Tertib Laporkan Akta Kematian

Pemerintah Kabupaten Badung terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan sekaligus perhatian kepada masyarakat, salah satunya melalui program penghargaan bagi warga yang disiplin dalam mengurus administrasi akta kematian.

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti Hadiri Layanan Kesehatan Gratis dan Penyaluran Bantuan untuk Disabilitas di Kuta

Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri kegiatan sosial kemasyarakatan berupa layanan kesehatan gratis dan penyaluran bantuan sembako bagi penyandang disabilitas di Kelurahan Kuta, Kecamatan Kuta.

Gubernur Bali Wayan Koster Terima Konjen China Zhang Zhisheng, Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis

Pertemuan hangat berlangsung antara Gubernur Bali Wayan Koster dengan Konsul Jenderal China Zhang Zhisheng di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (26/3). Di balik suasana akrab tersebut, tersimpan pembahasan penting terkait penguatan hubungan antara Bali dan Tiongkok ke depan.

Gubernur Wayan Koster Tancap Gas Percepat Program Pembangunan Bali, Tekankan Sinergi dan Percepatan Kinerja

Gubernur Bali Wayan Koster mengumpulkan jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali untuk mempercepat pelaksanaan program pembangunan daerah melalui sebuah briefing yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Kamis (26/3).

Dominasi Garuda, Elkan Baggott Tampil Solid saat Indonesia Tekuk Saint Kitts dan Nevis 4-0

Timnas Indonesia tampil impresif saat mengalahkan Saint Kitts and Nevis dengan skor telak 4-0 dalam ajang FIFA Series 2026 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/3/2026).

Tampilkan postingan dengan label Denpasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Denpasar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Mei 2026

Koster dan Giri Prasta Serahkan Penghargaan Ogoh-Ogoh, STT Diminta Perkuat Kreativitas dan Jati Diri Bali


DENPASAR, punapisingaraja.com – Semangat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 masih terasa kuat di Bali. Hal itu terlihat saat Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta menyerahkan Piagam Penghargaan dan Hadiah Pemenang Ogoh-Ogoh Terfavorit Tahun Baru Saka 1948 di Jayasabha, Denpasar, Jumat (8/5).


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Wayan Koster dan Wakil Gubernur Nyoman Giri Prasta memberikan apresiasi kepada Sekaa Teruna Teruni (STT) yang dinilai berhasil menjaga dan mengembangkan budaya Bali melalui karya ogoh-ogoh yang semakin kreatif, artistik, dan sarat nilai filosofis.


Menurut Koster, tradisi ogoh-ogoh kini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi, tetapi juga menjadi ruang ekspresi generasi muda Bali dalam memperkuat jati diri dan kecintaan terhadap budaya leluhur.


“Hari Raya Nyepi memang sudah lewat, tetapi semangatnya jangan sampai luntur. Ini menjadi wahana bagi generasi muda Bali untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menguatkan jati diri sebagai generasi yang memiliki bakat seni luar biasa yang diwariskan leluhur,” ujar Koster.


Dalam dialog bersama para penerima penghargaan, Gubernur Koster dan Wagub Giri Prasta juga mengetahui proses pembuatan ogoh-ogoh memerlukan waktu hingga empat sampai lima bulan dengan biaya produksi mencapai lebih dari Rp50 juta.


Besarnya biaya tersebut, menurut para STT, berasal dari semangat gotong royong dan kebersamaan para pemuda di masing-masing banjar. Mereka rela meluangkan waktu dan tenaga demi menghasilkan karya terbaik yang nantinya ditampilkan saat malam pengerupukan.


Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Provinsi Bali memberikan dana pembinaan sebesar Rp5 juta kepada sepuluh STT favorit pilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali.


Adapun sepuluh penerima penghargaan tersebut yakni STT Anom Darsana dari Karangasem, ST Asti Dharma Kerti dari Bangli, YDA Purbawisesa dari Jembrana, ST Sukarela dari Denpasar, ST Siladharma Silakarang dari Gianyar, ST Swadharmita dari Klungkung, STT Ananta Genta Laksana dari Tabanan, STT Munca Sari dari Tabanan, ST Samagama Triwarga dari Buleleng, dan ST Bhuana Kusuma dari Badung.


Menjelang acara berakhir, suasana haru terasa ketika para penerima penghargaan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Wayan Koster dan Wakil Gubernur Nyoman Giri Prasta atas dukungan pemerintah terhadap kreativitas generasi muda Bali.


Momen tersebut menjadi gambaran bahwa di tengah perkembangan zaman, generasi muda Bali tetap memiliki semangat kuat untuk menjaga, melestarikan, dan meneruskan budaya leluhur kepada 

generasi berikutnya.

Jumat, 08 Mei 2026

Pisah Sambut Kajati Bali, Gubernur Koster Komitmen Pererat Sinergi Kawal Pembangunan dan Penegakan Hukum


DENPASAR, punapisingaraja.com- Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Tinggi Bali di Gedung Wanita Nari Graha, Panjer, Denpasar, Kamis (7/5). Di tengah iringan seni budaya Bali yang ditampilkan pelajar SMK Negeri 5 Denpasar, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Bali untuk terus mempererat sinergi bersama Kejaksaan Tinggi Bali dalam mengawal pembangunan dan penegakan hukum di Pulau Dewata.


Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali, serta para Bupati dan Walikota se-Bali.


Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Bali yang baru, Setiawan Budi Cahyono. Dengan gaya khas yang hangat dan penuh canda, ia menyebut bertugas di Bali memiliki “dua keuntungan sekaligus”.


“Bertugas di Bali dapat dua, Pak. Tugas utama sebagai Kajati, yang kedua dapat hiburan dan wisata. Kalau orang lain mau wisata ke Bali harus bayar tiket, kalau Bapak sudah ada di Bali, tinggal jalan-jalan menikmati seluruh Bali dari timur sampai barat, utara sampai selatan,” ujar Koster disambut tawa hadirin.


Namun di balik candaan tersebut, Wayan Koster menegaskan harapan besar agar Kejati Bali terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah daerah dalam mengawal berbagai program pembangunan, baik daerah maupun nasional, yang saat ini berkembang pesat di Bali.


Menurutnya, Bali tengah menghadapi banyak agenda strategis nasional yang membutuhkan pengawasan, pendampingan hukum, dan koordinasi lintas lembaga yang kuat agar pembangunan berjalan tertib dan memberi manfaat bagi masyarakat.


“Kami sangat berharap kerja sama dengan Kejaksaan Tinggi Bali terus berjalan baik dalam mengawal pembangunan daerah maupun program pemerintah pusat yang cukup banyak di Bali. Pemerintah Provinsi Bali tentu mendukung penuh pelaksanaan tugas-tugas Kejati Bali,” tegasnya.


Gubernur Wayan Koster juga secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Kajati Bali sebelumnya, Chatarina Muliana, yang kini mendapat amanah baru di Kejaksaan Agung. Ia menilai selama enam bulan bertugas di Bali, Chatarina berhasil membangun sinergi yang sangat baik bersama Forkopimda dan pemerintah daerah.


“Suasana hubungan Forkopimda di Bali sangat akur dan sangat bagus, tentu tetap dalam koridor tugas masing-masing sesuai peraturan perundang-undangan,” katanya.


Ia pun mendoakan agar Chatarina terus mendapat kepercayaan dalam kariernya di Kejaksaan Agung serta senantiasa diberikan kesehatan dalam menjalankan tugas negara.


Sementara itu, Chatarina Muliana menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan kerja sama seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Bali serta Forkopimda selama dirinya menjabat Kajati Bali.


“Tidak penting berapa lama kita bertugas, yang penting apa yang bisa kita perbuat dalam melaksanakan tugas,” ujarnya.


Menurutnya, Bali meninggalkan kesan mendalam, bukan hanya karena keindahan alam dan sarana prasarana yang baik, tetapi juga karena soliditas Forkopimda yang dinilainya sangat responsif dalam menghadapi berbagai persoalan strategis daerah.


Ia menyebut Bali kini menjadi perhatian nasional, terutama dalam pengembangan ekonomi dan isu lingkungan yang akan dijadikan model pengembangan oleh pemerintah pusat. Tantangan tersebut, menurutnya, sekaligus menjadi peluang emas bagi masa depan Bali.


Dalam kesempatan yang sama, Kajati Bali yang baru, Setiawan Budi Cahyono, mengungkapkan dirinya sebenarnya tidak asing dengan Bali. Sebelum menjabat Kajati Bali, ia bertugas sebagai Direktur Pengamanan Pembangunan Strategis pada JAM Intel Kejaksaan Agung dan kerap datang ke Bali untuk mengawal proyek strategis nasional. “Di Bali banyak proyek strategis nasional yang kami kawal sebelumnya. Karena itu kami sering ke Bali,” ungkapnya.


Ia memastikan Kejati Bali siap mendukung penuh program pembangunan Pemerintah Provinsi Bali demi kesejahteraan masyarakat. Dukungan tersebut, kata dia, akan dilakukan melalui fungsi intelijen, pendampingan hukum, hingga pengamanan pembangunan strategis. “Kami hadir untuk membantu program-program pembangunan Provinsi Bali demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Bali,” tegasnya.


Setiawan juga meminta dukungan seluruh Forkopimda Bali agar dirinya dapat menjalankan tugas secara optimal serta melanjutkan sinergi yang telah dibangun Kajati sebelumnya.


Pisah sambut Kajati Bali kali ini terasa berbeda. Tidak hanya menjadi seremoni pergantian pejabat, tetapi juga menjadi panggung penegasan bahwa Bali membutuhkan kolaborasi yang kokoh antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus mengawal arah pembangunan Bali ke depan.(*)

Selasa, 07 April 2026

Gubernur Koster Ajukan Dua Raperda Strategis, Perkuat Pariwisata Berkualitas dan Tingkatkan PAD Bali


Denpasar, punapisingaraja.com - Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dalam Rapat Paripurna ke-30 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026, bertempat di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Bali, Senin (6/4).


Adapun dua Raperda yang disampaikan meliputi Raperda tentang Tata Kelola Usaha Pariwisata Bali Berkualitas serta Raperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.


Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa Bali memiliki karakteristik khusus sebagai daerah yang menjadikan kebudayaan sebagai sumber daya ekonomi utama. Keunggulan budaya Bali yang adiluhung, unik, dan beragam telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan sektor pariwisata serta perekonomian daerah.  


Berdasarkan data terkini, kunjungan wisatawan ke Bali menunjukkan tren peningkatan. Pada triwulan pertama tahun 2026, jumlah wisatawan domestik tercatat sebanyak 968.313 orang atau meningkat 4 persen, sementara wisatawan mancanegara mencapai 1.645.169 orang atau meningkat 2,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.  


Namun demikian, Gubernur juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi Bali, antara lain alih fungsi lahan, peningkatan volume sampah, kemacetan, keterbatasan infrastruktur, hingga berbagai dinamika sosial yang berpotensi mempengaruhi keberlanjutan pariwisata dan kelestarian budaya Bali.  


Sehubungan dengan hal tersebut, penyusunan Raperda tentang Tata Kelola Usaha Pariwisata Bali Berkualitas dimaksudkan untuk memperkuat sistem penyelenggaraan kepariwisataan yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana dan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, sehingga mampu mewujudkan pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing.


Selanjutnya, Raperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah merupakan upaya penyesuaian terhadap dinamika perkembangan regulasi serta kondisi sosial ekonomi masyarakat. Perubahan ini difokuskan pada penyempurnaan jenis, klasifikasi, dan tarif retribusi daerah guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan tetap memperhatikan asas keadilan, kepastian hukum, dan transparansi.  


Gubernur Bali berharap kedua Raperda tersebut dapat dibahas secara komprehensif bersama DPRD Provinsi Bali sesuai dengan mekanisme yang berlaku, sehingga dapat menghasilkan regulasi yang optimal dalam mendukung pembangunan Bali yang berkelanjutan, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai budaya.

Sabtu, 04 April 2026

Putri Koster Soroti Peran Strategis Penyiaran dalam Momentum HARSIARNAS ke-93


Denpasar, punapisingaraja.com – Putri Koster menegaskan pentingnya peran strategis insan penyiaran dalam menjaga kualitas informasi kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Penyiaran Nasional (HARSIARNAS) ke-93 di Denpasar, Jumat (3/4/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Putri Koster mengingatkan bahwa penyiar dan penyedia informasi harus mampu menyajikan konten yang edukatif, berimbang, serta berdasarkan data dan fakta. Ia menilai, kualitas siaran sangat menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap media.


Selain itu, ia juga menyoroti pesatnya perkembangan media sosial yang menjadi tantangan bagi insan penyiaran untuk tetap menjaga etika jurnalistik. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak akurat dapat memicu kesalahpahaman hingga mengganggu keharmonisan masyarakat.


Putri Koster berharap seluruh pelaku penyiaran dapat terus meningkatkan integritas dan profesionalisme, sehingga mampu menghadirkan informasi yang berkualitas serta berkontribusi dalam memperkuat persatuan dan ketahanan informasi 

di Bali.

Putri Koster Tekankan Integritas Penyiaran dalam Peringatan HARSIARNAS ke-93 di Denpasar


Denpasar, punapisingaraja.com - Putri Koster menghadiri peringatan Hari Penyiaran Nasional (HARSIARNAS) ke-93 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Jumat (3/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan kualitas siaran di tengah pesatnya perkembangan media.


Sebagai penerima penghargaan lifetime achievement dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Bali, Putri Koster menyampaikan bahwa penyedia informasi memiliki tanggung jawab besar untuk menyajikan berita yang akurat, transparan, dan edukatif. Ia mengingatkan agar insan penyiaran menghindari penyebaran hoaks yang berpotensi memecah belah masyarakat.


Menurutnya, penyiar harus mampu menyampaikan informasi secara konstruktif serta mendukung pembangunan dengan data yang benar dan berimbang, sehingga dapat memperkuat persatuan di tengah masyarakat.

Sabtu, 28 Maret 2026

Gubernur Bali Wayan Koster Terima Konjen China Zhang Zhisheng, Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis

Denpasar, punapisingaraja.com – Pertemuan hangat berlangsung antara Gubernur Bali Wayan Koster dengan Konsul Jenderal China Zhang Zhisheng di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (26/3). Di balik suasana akrab tersebut, tersimpan pembahasan penting terkait penguatan hubungan antara Bali dan Tiongkok ke depan.



Agenda ini tak sekadar kunjungan resmi, melainkan menjadi ruang dialog strategis yang membuka peluang kolaborasi di berbagai sektor. Gubernur Koster menyampaikan keyakinannya bahwa hubungan yang telah terbangun dapat ditingkatkan menjadi kerja sama yang lebih konkret dan memberikan manfaat luas.


“Kami optimistis akan ada lebih banyak peluang untuk memperkuat kemitraan dan menghadirkan kolaborasi baru,” ujar Koster.


Sementara itu, Zhang Zhisheng menyoroti sejumlah sektor potensial untuk dikembangkan bersama, di antaranya investasi, perdagangan, pariwisata, teknologi, serta pembangunan infrastruktur. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia dan pertukaran budaya.


“Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas SDM, mempercepat transfer teknologi, sekaligus memperluas promosi budaya kedua pihak,” ungkapnya.


Dalam kesempatan tersebut, Zhang juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap nilai-nilai lokal. Ia mengimbau wisatawan asal Tiongkok untuk selalu menaati aturan dan adat istiadat Bali. Bahkan, ia mencontohkan kepatuhan wisatawan saat perayaan Hari Raya Nyepi yang berjalan tanpa pelanggaran, sebagai wujud penghormatan terhadap budaya setempat.


Lebih lanjut, Zhang mengungkapkan bahwa pemerintah Tiongkok telah menyusun rencana pembangunan lima tahunan periode 2026–2030, yang membuka peluang kerja sama baru dengan Indonesia, khususnya Bali. Visi pembangunan Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dinilai memiliki keselarasan dengan arah kebijakan tersebut.


Salah satu kerja sama yang mulai mengemuka adalah pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy). Proyek ini menjadi bagian dari program strategis nasional dan diharapkan mampu menjawab tantangan lingkungan di tengah pertumbuhan pariwisata Bali.


Untuk memperlancar implementasi kerja sama, Zhang menyatakan kesiapan pihaknya dalam membuka jalur komunikasi langsung dengan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.


Pertemuan ditutup dengan pertukaran cinderamata khas masing-masing daerah. Gubernur Koster menyerahkan kain tenun Endek Bali sebagai bentuk promosi produk UMKM lokal sekaligus simbol per

sahabatan kedua pihak.

Gubernur Wayan Koster Tancap Gas Percepat Program Pembangunan Bali, Tekankan Sinergi dan Percepatan Kinerja

denpasar, punapisingaraja.com

– Gubernur Bali Wayan Koster mengumpulkan jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali untuk mempercepat pelaksanaan program pembangunan daerah melalui sebuah briefing yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Kamis (26/3).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, serta para pejabat dan kelompok ahli pembangunan. Sejumlah pejabat eselon juga mengikuti kegiatan secara daring.

Dalam arahannya, Gubernur Koster menegaskan pentingnya kesatuan langkah seluruh jajaran pemerintah daerah dengan berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru. Visi tersebut telah dituangkan dalam Perda Nomor 4 Tahun 2023 tentang Haluan Pembangunan Bali Masa Depan periode 2025–2125.

Ia mengingatkan bahwa setelah satu tahun masa kepemimpinan bersama Wakil Gubernur Giri Prasta, seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan Pemprov Bali seharusnya telah memahami dan menginternalisasi visi tersebut secara menyeluruh.

“Pahami secara utuh, tidak setengah-setengah. Secara kognitif dipahami, secara afektif dirasakan, dan secara psikomotorik dijalankan,” tegasnya.

Menurutnya, pemahaman yang kuat dari seluruh aparatur akan memudahkan pemerintah dalam menyosialisasikan arah pembangunan kepada masyarakat Bali. Hal ini penting agar masyarakat mengetahui tujuan dan arah kebijakan pembangunan daerah.

Gubernur asal Desa Sembiran itu juga menekankan bahwa lima tahun ke depan merupakan periode krusial dalam membangun fondasi Bali ke depan. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh jajaran untuk bergerak cepat dan progresif dalam merealisasikan program kerja.

Dalam kesempatan tersebut, Koster juga menyoroti implementasi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali yang memberikan dasar hukum kuat bagi pembangunan daerah, termasuk peluang pendanaan dari pungutan wisatawan asing (PWA).

Ia menjelaskan bahwa sejak diberlakukan pada 2024, realisasi pungutan wisatawan asing menunjukkan hasil yang cukup signifikan, meskipun belum optimal. Pada tahun 2024 tercatat 2,1 juta wisatawan mancanegara telah membayar PWA dari total 6,3 juta kunjungan, dengan total pendapatan mencapai Rp318 miliar.

Setelah dilakukan evaluasi dan perubahan regulasi melalui Perda Nomor 2 Tahun 2025, tingkat partisipasi meningkat menjadi 35 persen, dengan total 2,4 juta wisatawan dari 7 juta kunjungan dan pendapatan sebesar Rp369 miliar.

Meski demikian, Koster mengakui bahwa capaian tersebut masih perlu ditingkatkan. Ia juga menepis adanya isu penyelewengan dalam pengelolaan PWA karena seluruh transaksi dilakukan secara digital.

“Tidak ada korupsi karena sistemnya cashless. Semua transparan dan memiliki dasar hukum yang jelas,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dampak negatif dari informasi yang tidak akurat di media sosial terhadap tingkat partisipasi wisatawan dalam membayar pungutan tersebut. Hingga Maret 2026, realisasi PWA tercatat menurun dengan total pendapatan baru mencapai Rp64 miliar.

Untuk itu, ia meminta jajaran terkait, khususnya Dinas Pariwisata, agar bekerja lebih serius dan optimal. Koster juga menyebut tengah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk melibatkan pihak imigrasi dalam optimalisasi pungutan tersebut.

Lebih lanjut, Gubernur Koster memaparkan enam prioritas utama pembangunan Bali yang meliputi bidang adat, agama, tradisi dan budaya; kesehatan dan pendidikan; ekonomi Kerthi Bali; infrastruktur; lingkungan dan energi; serta transformasi Bali menuju pulau digital dan penguatan keamanan.

Ia juga memberikan evaluasi dan arahan kepada sejumlah organisasi perangkat daerah agar mempercepat pelaksanaan program strategis, termasuk program satu keluarga satu sarjana, penguatan layanan kesehatan tradisional, penurunan angka stunting, hingga penguatan kedaulatan pangan berbasis pertanian organik.

Selain itu, pengembangan energi terbarukan seperti PLTS atap dan penggunaan kendaraan listrik juga menjadi perhatian utama dalam mendorong Bali menuju pembangunan berkelanjutan.

Melalui briefing ini, Gubernur Koster berharap seluruh jajaran Pemprov Bali dapat bergerak lebih solid, cepat, dan terarah dalam mewujudkan Bali yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan di masa depan.

Jumat, 27 Maret 2026

Ekonomi Bali 2025 Tumbuh 5,82 Persen, Kinerja Pembangunan Dinilai Solid di Tahun Pertama Kepemimpinan


Denpasar – Pemerintah Provinsi Bali mencatat performa ekonomi dan pembangunan yang positif sepanjang tahun 2025. Sejumlah indikator makro menunjukkan peningkatan signifikan, bahkan melampaui capaian rata-rata nasional.


Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam pidato satu tahun kepemimpinannya di hadapan DPRD Provinsi Bali pada Rabu (25/3/2026), mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali mencapai 5,82 persen.


Menurutnya, angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 5,48 persen. Capaian ini juga melampaui rata-rata nasional sebesar 5,11 persen dan menjadi yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.


Selain pertumbuhan ekonomi, indikator kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan perbaikan. Tingkat kemiskinan di Bali turun menjadi 3,42 persen, menjadikannya yang terendah secara nasional. Angka tersebut jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 8,25 persen.


Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan menjadi 1,45 persen, kembali menjadi yang terendah secara nasional dan lebih baik dibandingkan angka nasional sebesar 4,85 persen.


Distribusi pendapatan masyarakat turut menunjukkan tren yang lebih merata. Hal ini tercermin dari Gini Ratio Bali yang berada di angka 0,333, lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 0,363.


Pendapatan per kapita masyarakat Bali tercatat meningkat hingga Rp72,66 juta. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 79,37 dengan angka harapan hidup sebesar 75,46 tahun.


Pada sektor kesehatan, Bali juga mencatat capaian yang membanggakan dengan prevalensi stunting sebesar 7,2 persen. Angka ini menjadi yang terendah secara nasional dan menjadikan Bali sebagai satu-satunya provinsi dengan angka di bawah 10 persen.


Gubernur menegaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan keberhasilan pembangunan yang telah melampaui target yang ditetapkan.


Dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025, pemerintah daerah juga memaparkan berbagai capaian strategis di sejumlah sektor prioritas.


Dari sisi regulasi, Pemprov Bali telah mengesahkan 10 peraturan daerah strategis dan 6 peraturan gubernur, disertai berbagai kebijakan turunan lainnya. Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat perlindungan budaya, menjaga lingkungan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


Di sektor pariwisata, pendapatan dari pungutan wisatawan mancanegara mencapai Rp369 miliar, dengan jumlah wisatawan yang berkontribusi sebanyak 2,46 juta orang. Pemerintah juga terus meningkatkan pengawasan dan penataan sektor pariwisata agar tetap berbasis budaya dan berkualitas.


Sementara itu, penguatan ekonomi riil dilakukan melalui pengembangan sektor pertanian organik, UMKM, industri lokal, serta akselerasi ekonomi kreatif dan digital.


Pada sektor infrastruktur, sejumlah proyek strategis masih terus berjalan, termasuk pembangunan shortcut Singaraja–Mengwitani, rencana underpass di Jimbaran, serta pengembangan transportasi publik berbasis kendaraan listrik.


Dalam aspek lingkungan, Pemprov Bali menargetkan penutupan total TPA Suwung pada tahun 2026. Sebagai langkah lanjutan, pemerintah juga tengah menyiapkan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik.


Upaya transisi menuju energi bersih juga terus didorong melalui pembangunan pembangkit listrik ramah lingkungan dan pemanfaatan PLTS atap.


Selain itu, pengembangan Bali sebagai pulau digital terus dipercepat, salah satunya melalui pembangunan Turyapada Tower yang diproyeksikan menjadi pusat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Bali Utara.


Seluruh capaian tersebut merupakan bagian dari implementasi visi pembangunan “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang menjadi arah pembangunan jangka panjang daerah.


Gubernur menekankan bahwa tahun pertama kepemimpinan menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan Bali ke depan.


Pemerintah Provinsi Bali pun berkomitmen untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mendorong pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berlandaskan kearifan lokal de

ngan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

-->