Badung, punapisingaraja
Kegiatan ini mengangkat tema “Water and Gender” atau “Air dan Kesetaraan Gender” yang menekankan pentingnya peran bersama antara laki-laki dan perempuan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air. Rangkaian acara juga diisi dengan aksi bersih-bersih (korve) di area pesisir Pantai Kelan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan laut.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta secara simbolis menyerahkan bantuan 30 unit tong komposter kepada para lurah di wilayah Kecamatan Kuta. Bantuan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari RS Kasih Ibu yang bertujuan mendukung pengelolaan sampah organik sejak dari sumbernya.
Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan bersih pantai serentak di wilayah Badung. Ia menilai peringatan Hari Air Sedunia yang jatuh setiap 22 Maret menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan air yang berkelanjutan dan inklusif.
Ia juga menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan penanganan di tahap akhir. Pemerintah Kabupaten Badung, lanjutnya, akan mulai menerapkan kebijakan tegas terkait pengelolaan sampah organik.
Mulai 1 April 2026, sampah organik tidak diperkenankan lagi dibuang ke TPA Suwung. Seluruh sampah organik diwajibkan untuk diolah langsung dari sumbernya sebagai langkah nyata mengurangi beban tempat pembuangan akhir.
Selain itu, ia juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari camat hingga perangkat desa adat, untuk mengoptimalkan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber di masing-masing wilayah.
Wabup turut mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, khususnya peran RS Kasih Ibu dalam mendukung perubahan perilaku masyarakat melalui penyediaan fasilitas komposter.
Menurutnya, kebersihan lingkungan memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan sektor pariwisata di Kabupaten Badung. Lingkungan yang bersih dan terjaga dinilai menjadi daya tarik utama sekaligus aset jangka panjang bagi daerah.
Ia berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi dapat terus berlanjut menjadi kebiasaan dan gaya hidup masyarakat. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan Badung yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan.
(Prokompim/Badung)

0 komentar:
Posting Komentar