Minggu, 29 Maret 2026

Gara-Gara Tak Diajak Mendaki, Pelajar di Buleleng Aniaya Sepupu Sendiri

buleleng, punapisingaraja.com – Peristiwa penganiayaan yang melibatkan dua remaja terjadi di wilayah Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, pada Rabu (25/3/2026) malam. Insiden ini diduga dipicu persoalan sepele terkait ajakan mendaki gunung.


Berdasarkan keterangan kepolisian, kejadian berlangsung sekitar pukul 20.00 WITA di Jalan Raya Banyuatis–Wanagiri, tepatnya di depan setra Desa Adat Munduk, wilayah Desa Banyuatis. Korban diketahui berinisial KMPU (18), sementara terduga pelaku adalah KAW (15), yang masih memiliki hubungan keluarga sebagai sepupu.


Kasi Humas Polres Buleleng Yohana Rosalin Diaz menyampaikan bahwa peristiwa tersebut berawal dari kesalahpahaman pribadi. Terduga pelaku merasa tersinggung karena tidak diajak dalam rencana pendakian gunung, sehingga menantang korban untuk bertemu melalui pesan WhatsApp.


“Pelaku merasa kecewa dan kemudian mengajak korban bertemu untuk menyelesaikan masalah, yang berujung pada aksi kekerasan,” ungkapnya atas seizin Kapolres Buleleng Ruzi Gusman saat dikonfirmasi, Minggu (29/3/2026).


Korban yang menerima ajakan tersebut datang lebih dahulu ke lokasi yang telah disepakati. Tidak lama kemudian, pelaku tiba bersama seorang pria lain yang tidak dikenal korban. Tanpa banyak percakapan, pelaku langsung melancarkan pukulan dan tendangan secara berulang ke arah korban.


Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian wajah dan segera dilarikan oleh keluarganya ke RSU Santhi Graha untuk mendapatkan perawatan medis. Pihak keluarga kemudian melaporkan insiden tersebut ke Polsek Banjar pada Jumat (27/3/2026) guna diproses sesuai hukum yang berlaku.


Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan aparat Polsek Banjar untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.


Peristiwa ini menjadi sorotan karena dipicu persoalan sederhana yang berkembang melalui komunikasi digital hingga berujung kekerasan fisik, terlebih melibatkan hubungan keluarga.


Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya kalangan remaja, agar lebih bijak dalam menyikapi permasalahan pribadi serta tidak menggunakan kekerasan sebagai jalan keluar. Penggunaan media komunikasi juga diharapkan lebih bertanggung jawab agar tidak memicu konflik yang mer

ugikan semua pihak.


0 Comments:

Posting Komentar

-->